Iklan Melayang
Iklan Melayang

Bersumpah Tak Pernah Terima dan Meminta Uang

  • Bagikan
Suasana sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solsel. Dalam sidang ini Muzni Zakaria bersumpah tidak pernah menerima dan meminta uang terkait proyek tersebut. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padang | Datiak.com – Muzni Zakaria bersumpah tidak pernah menerima uang, terkait dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan (Solsel). Bupati Solsel non-aktif yang kini menjadi terdakwa dalam kasus tersebut, menyampaikan hal tersebut dalam sidang lanjutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (2/9).

Sebelum Muzni memberikan keterangannya, Ketua Majelis Hakim Yoserizal yang beranggotakan M Takdir dan Zaleka, mendengarkan dan meminta kesaksian dari saksi berikutnya yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yakni Davit Devision yang merupakan Kasubag Protokol dan asisten pribadi Muzni Zakaria.

banner 336x280

Menurut keterangan Davit, dirinya diminta untuk mengambil uang kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Solsel atas perintah terdakwa. “Setelah uang saya ambil sebesar Rp 85 juta dari Kepala Dinas PU Kabupaten Solok Selatan, uang tersebut saya bagi-bagikan kepada staf kepegawaian Rp 25 juta, untuk THR dan Rp 60 juta untuk saya berikan ke istri terdakwa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dirinya tidak pernah tahu kalau terdakwa memiliki perjalanan di luar dinas. “Kalau urusan dinas saya tahu, tapi kalau urusan di luar dinas saya tidak tahu, karena tidak masuk dalam agenda,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut, JPU Rikhi BM bersama tim menunjukkan barang bukti berupa rekaman suara handphone yang berisi tentang pembicaraan saksi dengan terdakwa. Terhadap keterangan saksi itu, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) David Fernando Cs membenarkan keterangan saksi.

Usai menjalani sidang, tim PH juga mengajukan saksi yang meringankan terdakwa. Tim PH mengajukan saksi ahli hukum dari Universitas Andalas, Prof Busyra Azheri.

Saksi ahli menuturkan, kesepakatan adalah tidak ada unsur paksaan dan kesepakatan itu murni dari kedua belah pihak. Dekan Fakultas Hukum Unand itu menjelaskan, akta utang ada yang ditandatangani kedua belah pihak dan ada juga yang satu pihak. “Jadi akta pengakuan utang dibuat secara sepihak,” jelasnya.

Penjelasan Muzni Zakaria

Usai pemeriksaan saksi, dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa. Muzni Zakaria mengaku pernah bertemu dengan M Yamin Kahar, dalam rangka membicarakan pengerjaan proyek di Solsel. “Saya ke rumah M Yamin Kahar awalnya bincang-bincang, lalu sampailah pada pembicaraan proyek. Dan saya percaya kepada M Yamin Kahar untuk mengerjakan proyek masjid di Solok Selatan, karena dia dermawan dan rajin beribadah,” katanya.

Menurutnya, M Yamin Kahar seorang pengusaha sukses. “Perusahaan M Yamin Kahar bergerak di bidang pertambangan, bukan bergerak di bidang kontruksi. Saya tidak tahu kalau yang mengerjakan proyek tersebut dari perusahaan lain,” imbuhnya.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa mengaku tidak pernah terima imbalan atau meminta uang terhadap proyek tersebut. Ia bahkan bersumpah untuk menyakinkan majelis hakim. “Saya bersumpah itu tidak ada,” tegas Muzni.

Terdakwa mengatakan, selain sebagai bupati, dirinya memiliki berbagai usaha. “Saya memiliki usaha rumah potong ayam, kebun kelapa sawit dan toko di Jawa Barat,” papar Muzni.

Menanggapi hal itu, Ketua dan anggota majelis hakim menunda sidang satu minggu. Jadi, sidang sidang selanjutkan dijadwalkan pada Rabu (9/9), dengan agenda tuntutan.

Dakwaan KPK

Seperti diketahui, JPU KPK mendakwa terdakwa Muzni Zakaria telah menerima pemberian berupa uang tunai, barang, dan uang pinjaman secara bertahap dari pengusaha M Yamin Kahar. Pemberian berupa uang yang diterima Muzni secara bertahap itu sebesar Rp 25 juta, Rp 100 juta, berupa karpet masjid senilai Rp 50 juta, dan Rp 3,2 miliar. Total seluruhnya berjumlah Rp 3,375 miliar.

Padahal, seperti tertuang dalam Surat Dakwaan JPU KPK, diketahui atau patut diduga bahwa pemberian tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena saat menjabat sebagai Bupati, Terdakwa Muzni Zakaria telah memberikan paket pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan Paket Pekerjaan Jembatan Ambayan tahun 2018 kepada M Yamin Kahar. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan