Berdamai, Keluarga Bayi yang Meninggal Minta Izin Praktik Bidan Dicabut

  • Bagikan
Mediasi pihak keluarga dan klinik difasilitasi oleh Polres Sijunjung. (Foto: Istimewa)

Sijunjung – Kasus kematian bayi baru lahir di sebuah klinik bersalin di daerah Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung 18 April lalu, berujung damai. Mediasi pihak keluarga dan klinik difasilitasi oleh Polres Sijunjung. Dalam pertemuan itu, pelapor (keluarga bayi) bersepakat menyudahi tuntutannya.

Seperti diketahui, bayi malang berjenis kelamin perempuan, anak pasangan Syahri Rahmadhona-Nicko Pramonia menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 April lalu.

Syahri pun melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Namun, sekarang laporannya dengan Nomor: STPLP/VI/2020/Res Sijunjung tertanggal 11 Juni 2020, sudah dicabut kembali.

Hanya saja, pelapor meminta terlapor selaku bidan sekaligus pemilik rumah bersalin berinisial DS (42 tahun), diberikan sanksi berupa penonaktifan kegiatan praktiknya.

Pelapor meminta izin praktik klinik yang dikelola terlapor dicabut. Korban meminta paling tidak pembekuan/ penonaktifan terhadap praktik bersalinan milik bidan DS harus dibekukan selama satu tahun oleh Pemkab Sijunjung.

Selanjutnya, untuk memulai kembali, pengelola klinik harus kembali mengikuti prosedur sebagaimana mestinya sesuai aturan berlaku. Dengan harapan agar di kemudian hari tidak ada lagi korban lainnya.

“Ya, pelapor akhirnya bersepakat berdamai dengan terlapor, setelah dimediasi pihak Polres Sijunjung,” tegas Wahyu yang mewakili keluarga korban.

Kebijakan ini diambil berdasar berbagai pertimbangan dan disepakati seluruh anggota keluarga korban. Jika perkara tetap dilanjutkan, pihak orangtua dan keluarga korban berkeberatan apabila proses hukum membutuhkan proses otopsi korban.

“Setelah pihak keluarga korban berembuk secara bersama, akhirnya disepakatilah proses damai. Namun dengan catatan aktivitas praktik rumah bersalin itu segera dihentikan,” tukas Wahyu.

Kesepakatan damai ditetapkan di Mapolres Sijunjung di bawah koordinasi Kanit PPA Sepman Hadi. Turut hadir Wali Nagari Pematang Panjang, Rio, serta Kadis Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Ezwandra, Jumat (26/6).

Terkait tuntutan pelapor, Kadinkes Sijunjung Ezwandra berjanji akan memenuhinya. (da.)

  • Bagikan