Bawang Merah Lokal Bertahan di Harga Tinggi

  • Bagikan
Salah seorang IRT saat menanyakan harga bawang di Pasar Lubuk Alung: (Foto: Dok Datiak.co)

Pariaman – Bawang merah lokal Sumatera Barat yang berasal dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok naik sejak sebulan lalu. Yakni, dari kisaran Rp 20-25 ribu per kilogram (kg), sampai kini dijual pedagang dikisaran harga Rp 50 ribu per kg.

Bahkan, kenaikan harga bawang merah lokal daerah Minang ini, selisih Rp 10 ribu dari bawang merah asal Pulau Jawa, terlebih bawang import. Bawang merah dari Pulau Jawa kini dijual seharga Rp 40 ribu per kg. Sedangkan bawang merah import hanya Rp 17 ribu per kg.

Data yang dihimpun Datiak.com di situs Harga Pangan, harga bawang merah di pasar tradisional Sumatera Barat tercatat Rp 48.750 per kg. Sedangkan di pasar modern, harganya lebih tinggi, yakni Rp Rp 50.450 per kg.

Namun, di situ itu tercatat bahwa harga bawang merah di kalangan pedagang besar di Sumbar jauh lebih rendah, yaitu Rp 41 ribu per kg.

Berdasarkan penjelasan sejumlah pedagang kepada Datiak.com, mereka menilai bahwa melambungnya harga bawang merah lokial karena keterbatasan stok.

“Kalau menurut saya kenaikan harga ini karena stok bawang merah lokal memang sedikit,” hemat Rudi, salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang.

Beruntung, katanya para pembeli masih memiliki alternatif, yakni dengan membeli bawang merah yang berasal dari Pulau Jawa.

“Kalau bawang import itu jarang yang minat. Apalagi untuk masakan di rumah. Kalau mereka (ibu rumah tangga, Red) tidak sanggup beli bawang lokal, pasti beralih ke bawang merah dari Jawa,” ungkapnya.

Katanya, sampai sekarang hanya bawang merah lokal yang harganya melonjak tinggi. Sedangkan harga komoditi lainnya masih terbilang stabil. (da.)

  • Bagikan