Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Banjir di Padangpariaman Melanda 7 Nagari, Longsor 2 Titik

  • Bagikan

Padangpariaman | Datiak.com – Titik banjir di Padangpariaman cukup banyak terjadi pada Rabu (29/9). Selain itu terdapat kejadian longsor dan banyaknya pohon tumbang di Ranah Saiyo Sakato tersebut. Tidak saja merusak bangunan dan menutupi akses warga, pohon tumbang di sana juga menelan korban jiwa.

Data yang dihimpun Datiak.com dari BPBD Padangpariaman, hujan disertai angin kencang, berdampak bencana longsor, pohon tumbang dan banjir di Padangpariaman. Tercatat 7 nagari terjadi banjir dan 2 nagari longsor. Sedangkan pohon tumbang terjadi di 4 nagari.

Jumlah korban dari seluruh peristiwa tersebut tercatat sebanyak 11 orang. 1 orang dipastikan meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang, dan 3 orang korban pohon tumbang mengalami luka-luka. Sementara itu, 4 orang korban longsor yang berhasil dievakuasi, lalu 3 orang korban longsong masih dalam proses evakuasi sampai berita ini ditayangkan.

BACA JUGA:  Perempuan Inspiratif di Padangpariaman

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, menjelaskan memang banyak kejadian bencana di Padangpariaman karena hujan dan angin kencang. Untuk bencana banjir di Padangpariaman terjadi di 7 nagari. “Laporan yang kita terima dan tangani hingga pukul 20.19 WIB, terdapat 14 kejadian di 11 nagari di Padangpariaman, yaitu kejadian banjir, longsor dan pohon tumbang,” kata Budi Mulya ketika dihubungi via WhatsApp pribadinya, tadi malam.

Kata Budi banjir tersebut melanda 10 korong. Yakni Korong Sikuliek, Kapalobanda dan Bukikpagang di Nagari Sungai Buluah Timur. Lalu Korong Surantiah di Lubukalung, Korong Gunuang Kanter dan Kayukapua di Sungai Buluh Selatan, dan Korong Kasai di Nagari Kasang.

“Korong lainnya yang dilanda banjir yaitu Korong Rimbokalam di Nagari Anduriang, Korong Tanahtaban di Nagari Pasielaweh, dan Lubuakaro di Nagari Tandikek,” jelas Budi.

BACA JUGA:  Memajukan Bidang Olahraga, Ali Mukhni Bermodal Cinta
Dampak Banjir di Padangpariaman

Kedalaman air karena banjir di Padangpariaman beragam. Namun yang paling dalam mencapai 1 meter atau sedada orang dewasa. “Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa karena banjir di korong-korong ini,” kata Budi.

Hanya saja, lanjutnya, kejadian banjir di Korong Tanahtaban, Nagari Pasielaweh, turut memicu longsor yang menimbun 2 unit rumah. Terdapat 7 orang dilaporkan terjebak longsor tersebut. Namun, pihaknya sudah berhasil mengevakuasi 4 orang. “Sekarang tinggal 3 orang lagi yang masih dalam proses evakuasi,” kata Budi.

“Bencana longsor juga terjadi di Korong Pauah, Nagari Paritmalintang. Dampaknya badan jalan kabupaten di sana tertimbun,” imbuh Budi.

Sedangkan kejadian yang menelan korban jiwa, sambungnya, yaitu akibat pohon tumbang di Korong Kramatjaya, Nagari Mangopoh Palak Gadang, Kecamatan Ulakantapakih. Tepatnya di kawasan Syekh Burhanuddin.

BACA JUGA:  Ini Identitas dan Dugaan Riwayat Penyakit Mayat yang Ditemukan di Pantai Cermin

“Korban pohon tumbang itu sebanyak 4 orang. 3 orang mengalami luka-luka, dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan bangunan yang rusak karena tertimpa yaitu 10 unit kios/warung, serta 30 kendaraan bermotor,” jelas Budi Mulya.

“Kejadian lainnya yang menimpa rumah yaitu Korong Padangolo, Nagari Kuranjihilia, Kecamatan Sungailimau. Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu,” tambah Budi.

Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Korong Talaomundam, Nagari Katapiang, Kecamatan Batanganai, yang menimpa dan menutup badan jalan. “Pohon tumbang yang menutup badan jalan juga terjadi di Korong Batangtapakih, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang,” tukasnya. (da.)


Temukan berita Padangpariaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan