Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Banjir di Dharmasraya makin Parah Lagi, 3 Kecamatan Terdampak

Banjir masih melandan Kabupaten Dharmasraya, Rabu (3/1/2023). (Foto: DPRD Dharmasraya/Facebook)
164 pembaca

Dharmasraya | Datiak.com – Banjir di Dharmasraya makin menjadi-jadi di awal tahun 2024 ini. Rendaman air ini, sekarang dialami tiga kecamatan di daerah perbatasan Sumatera Barat tersebut, pada Rabu (3/1/2024).

Informasi yang dihimpun Datiak.com, tiga kecamatan yang terdampak banjir di Dharmasraya tersebut yaitu Kecamatan Pulau Punjung, Timpeh, dan Sitiung. Sejumlah warga pun terpaksa dievakuasi dari rumah mereka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Dharmasraya, Ardianus Effendi, menyampaikan bahwa banjir di Dharmasraya yang paling parah terjadi di Kecamatan Pulau Punjung. Khususnya di Nagari Gunung Selasih, Kampus Surau, Sungai Balit, Blok B, dan Ampek Koto.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 17.00 WIB (kemarin, Red) air sudah mulai surut. Empat perahu karet didistribusikan ke lokasi banjir, dua dari BPBD Dharmasraya, satu dari Polri, dan satu lagi dari Basarnas Padang,” jelas Effendi.

Katanya, warga yang terkena dampak banjir telah menerima bantuan. Effendi pun berharap banjir dapat segera surut secara tuntas. ”Kami mengimbau agar warga tetap waspada mengingat cuaca masih sering turun hujan,” pesannya.

Sedangkan Wali Nagari Gunung Selasih, Harison, menyatakan bahwa sekitar 90 unit rumah terkena dampak banjir di Jorong Kampung Surau dan Lubuk Bulang.

“Banjir di Gunung Selasih akibat meluapnya aliran Batang Pangian dan Batang Lalo,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet, rakit batang pisang, dan perahu kayu milik warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, total kerugian masih sulit diprediksi.

“Kedalaman air bervariasi antara 1-1,5 meter,” ucap Harison.

Harison juga mengatakan bahwa sekitar 200 hektare sawah warga terendam banjir. Beberapa sawah yang baru ditanami berpotensi gagal panen. Selain itu, ada pula sawah yang sudah siap untuk panen, mengalami kerusakan.

Terpisah, Wali Nagari Ampek Koto, David Iskan, menjelaskan bahwa banjir di Ampek Koto terparah di Jorong Pelayangan. Hal itu lantaran meluapnya Sungai Batang Hari.

“Bantuan berupa makanan dan air mineral sudah berhasil didistribusikan. Meskipun rumah tergenang air, kondisi warga dalam keadaan baik,” ucapnya.

David pun berharap agar masyarakat tetap tenang. Sebab, upaya pemulihan kondisi agar normal kembali terus dilakukan oleh pihak terkait. (*)