Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Cegah Anak Lahir Stunting

  • Bagikan
Bupati Kabupaten Solok, Gusmal membahas kepulangan perantau Solok. (Foto: Istimewa)

Kabupaten Solok – Masyarakat Kabupaten Solok diimbau untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini juga memberikan jaminan pangan dan gizi bagi keluarga.

Sesuai dengan himbauan Gubernur Sumbar, untuk membersihkan lingkungan secara gotong royong yang sudah menjadi tradisi. Selain itu, manfaatkan lahan perkarangan dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat.

Hal itu diserukan oleh Bupati Solok, Gusmal saat Pencanangan Bulan Bhakti Dasawisma dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Solok. Menurutnya Bulan Bhakti Dasawisma dan BBGRM merupakan kegiatan yang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa, akan pentingnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

Gusmal juga mengatakan, rahasia kekuatan rakyat Indonesia terletak pada rasa kebersamaan. Sebab, gotong royong merupakan modal dasar sosial masyarakat bahu-membahu, sehingga dapat menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Jadi, menurutnya peran kader PKK pada masing-masing nagari diharapkan dapat mempercepat pencegahan stunting. Secara garis besar, masalah kesehatan ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi penting dalam tubuh, seperti lemak, karbohidrat dan protein.

”Kami akui memang tidak mudah menjalankan semangat kebersamaan ini di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dewasa ini kita lebih cenderung individualis. Masih banyak dari kita yang bekerja sendiri-sendiri dibandingkan bekerjasama dengan orang lain. Jadi kebiasaan seperti inilah yang mesti kita ubah ke depannya,” ujarnya.

Cegah Stunting

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desnadefi Gusmal mengatakan, bulan bhakti dasa wisma ini merupakan inovasi TP PKK Provinsi Sumbar yang dilaksanakan selama satu bulan (1-31 Maret). Ini adalah merupakan tahun ke empat pelaksanaan bulan bhakti dasa wisma.

Desnadefi juga mengajak seluruh kader PKK agar aktif mencegah stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ibu-ibu rumah tangga, yaitu dengan membuat taman hijau di pekarangan rumah masing-masing.

Tidak itu saja, ia turut mengajak semua kader PKK agar membuat semacam tanaman keluarga yang berisikan tumbuhan sayur hingga buah-buahan. Harapannya, hal itu mendukung pencegahan stunting sejak dini.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa BBGRM juga sekaitan dengan pelaksanaan 10 program pokok PKK. Selain itu, bertujuan untuk mewujudkan hubungan yang lebih harmonis antara ketua TP-PKK dengan masing-masing kader, dalam menyamakan persepsi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. (da.)

BACA JUGA:  Banjir di Pessel Rendam Ratusan Rumah, Putus 1 Jembatan
  • Bagikan