Minggu, 25 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Bahaya Demam Berdarah: 1 Orang Warga Pariaman Meninggal

Ilustrasi nyamuk yang sedang menggigit seseorang. (Foto: Freepik)
91 pembaca

Pariaman | Datiak.com – Seorang warga Pariaman yang terkena demam berdarah atau DBD, dilaporkan meninggal dunia. Tim Dinas Kesehatan Kota Pariaman pun melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Dinkes Pariaman mengimbau warga di sekitar lokasi ditemukannya kasus untuk segera memeriksa kondisi kesehatan jika mengalami demam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pariaman, Nazifah, Senin (8/1/2024).

Katanya, korban kasus demam berdarah itu adalah anggota Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana (Pusdalop BPBD) Kota Pariaman. Ia wafat di RSUP M Djamil Padang, setelah dinyatakan positif DBD beberapa waktu lalu.

“Kami sedang melakukan penyelidikan epidemologi, mencari sarang nyamuk di Kantor BPBD Pariaman yang berlokasi di Santok,” ujar Nazifah dalam konferensi pers di Kantor BPBD Pariaman tersebut.

“Sebelumnya, telah dilakukan fogging di Desa Kaluat, tempat tinggal korban (kasus DBD di Pariaman, Red),” ujar sambungnya sembari menjelaskan bahaya demam berdarah.

Pencarian sarang nyamuk menjadi langkah krusial dalam upaya memberantas perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Katanya, faktor penyebab DBD salah satunya karena perkembang biakan di genangan air bersih.

Nazifah juga mengimbau warga untuk secara gotong royong membersihkan sarang nyamuk. Terutama karena masih berlangsungnya musim hujan. ”Semua harus bergerak untuk pemberantasan sarang nyamuk, mencegah meluasnya kasus DBD di Kota Pariaman,” tegas Nazifah.

Selain itu, ia menyatakan rencananya untuk mengaktifkan petugas Jumantik di kantor-kantor. Sebab, selama ini kegiatan tersebut lebih banyak dilakukan di desa dan sekolah-sekolah.

“Kami juga mengimbau agar warga yang tinggal di lingkungan yang sama dengan penderita DBD yang meninggal dunia, segera memeriksakan diri ke rumah sakit jika mengalami gejala demam,” tukasnya.

2023 Terdapat 163 Kasus

Dalam kesempatan yang sama, Nazifah menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2023 terdapat 163 kasus DBD di Pariaman. Terdapat tiga orang pasien kasus demam berdarah tersebut yang meninggal dunia.

Katanya, kasus DBD di Kota Pariaman tahun 2023, mengalami penurunan dibandingkan kasus tahun 2022 yang mencapau 213 kasus. Hal itu lantaran upaya pencegahan terus dilakukan dengan intensifikasi kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Goro PSN dilaksanakan dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air,” ujarnya.

“Kami terus mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya botol yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD,” sambung Nazifah.

Ia menekankan bahwa air hujan yang tertampung di dalam sampah atau benda yang dapat menampung air, menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Hal ini menjadi risiko selama musim hujan yang diikuti dengan musim panas.

Dikarenakan adanya kematian akibat DBD pada awal tahun ini, Pemkot Pariaman berencana menetapkan dua desa di Kota Pariaman sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Oleh karena itu, Nazifah mengajak warga untuk rutin melakukan PSN guna mencegah pembentukan sarang nyamuk dan menghindari peningkatan kasus DBD di Kota Pariaman. (*)