Iklan Melayang
Iklan Melayang

Angka Kematian No 3, Prokes Kantor Bupati Padangpariaman Diperketat

  • Bagikan
Proses pemakaman salah seorang pasien Covid-19 di Padangpariaman yang meninggal dunia. Terus bertambahnya terkonfirmasi positif di sana, membuat penerapan prokes kantor bupati Padangpariaman semakin diperketat.
Foto: Pemkab Padangpariaman
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Prokes kantor bupati Padangpariaman diperketat. Hal itu dilakukan mengingat kondisi pandemi Covid-19 kian mencemaskan di Ranah Saiyo Sakato itu. Sebelum menerapkan aturan baru pengetatat protokol kesehatan (prokes), Kabag Humas dan Protokol serta Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab Padangpariaman, memberikan arahan kepada jajarannya, Senin lalu (17/5).

Hal itu disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setdakab Padangpariaman, Anton Wira Tanjung, di ruang kerjanya, Kamis (20/5). “Kita semakin memperketat protokol kesehatan di kantor bupati ini sejak awal masuk kantor pascalibur lebaran, yakni pada Senin (17/5),” ungkap Anton.

banner 336x280

Jadi, imbunya, setiap orang yang ingin memasuki kantor bupati harus menjalani serangkaian ketentuan dalam protokol kesehatan. Misalnya wajib memakai masker, mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan, dan mengikuti pengecekan suhu tubuh.

“Sebenarnya serangkaian aturan protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan sejak awal pandemi Covid-19 di Padangpariaman. Namun, kali ini kita lebih ketatkan lagi dengan sejumlah prosedur,” kata Anton.

Prosedur yang dimaksudnya, seperti membatasi jumlah kunjungan di Kantor Bupati Padangpariaman. Jadi, hanya tamu yang jelang urusan atau kepentingannya mendapat izin masuk. “Nantinya, setiap tamu wajib mengambil surat izin berkunjung. Surat itu dibuatkan oleh petugas yang ada di lobi kantor bupati,” ucapnya.

Kebijakan itu diambil, lanjut Anton, lantaran terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah di Padangpariaman. Sehingga, daerah tersebut ditetapkan lagi sebagai zona oranye (berisiko sedang) dalam hal penyebaran Covid-19.

“Hanya dengan menegakkan aturan prokes kantor bupati Padangpariaman ini kita bisa mencegah bertambahnya kasus. Terkhusus di klaster perkantoran,” tegas Anton.

Perkembangan Kasus

Data yang dihimpun Datiak.com, per Rabu (19/5), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 masih bertambah sebanyak 4 orang di Padangpariaman. Sehingga, di sana tercatat sudah sebanyak 1.494 kasus positif. Untungnya, 1.374 orang pasien positif tersebut berhasil disembuhkan.

Kendati begitu, angka kematian akibat Covid-19 terus bertambah di sana. Yakni mencapai 55 orang pasien atau 3,68 pesen dari total kasus yang ditemukan. Jumlah itu yang terbanyak ketiga di Sumatera Barat, setelah Padang dan Agam.

Sekarang, jumlah pasien positif di Padangpariaman yang masih menjalani perawatan (karantina/isolasi), yaitu sebanyak 65 orang. Untuk mencegah bertambahnya kasus tersebut, penerapan prokes kantor bupati Padangpariaman memang patut dicontoh. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan