Iklan Melayang
Iklan Melayang

Angka Kelahiran Sapi di Padangpariaman Terus Meningkat

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni ketika melihat kerbau warga di Nagari Kuraitaji. Berkat komitmennya menyukseskan Upsus Siwab, angka kelahiran sapi dan kerbau di Padangpariaman terus meningkat. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Angka kelahiran sapi terus mengalami peningkatan di Kabupaten Padangpariaman. Yakni sebanyak 5.684 ekor di tahun 2017, lalu meningkat drastis menjadi 6.218 ekor pada 2018. Tahun 2019, tercatat sebanyak 6.565 ekor sapi lahir di Ranah Saiyo Sakato tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padangpariaman, Bustanil Arifin mengatakan, Padangpariaman memang daerah dengan populasi sapi betina terbesar di Sumatera Barat. Sekarang, tercatat ada sebanyak 27.282 ekor sapi betina di sana.

banner 336x280

“Warga kita di sini memang memiliki pemahaman sapi betina sebagai tabungan terbaik. Makanya, populasi sapi betina kita sangat banyak,” ujar Bustanil usai mendampingi Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, menyerahkan bantuan ternak sapi, kambing, ayam hingga bebek di Nagari Kuraitaji, Kecamatan Nansabaris, kemarin (16/9).

Kendati demikian, untuk membuat sapi betina produktif, warga perlu didampingi secara serius. Untuk itu, penyuluh peternakan yang ada di seluruh kecamatan di Padangpariaman, rutin memeriksa kesehatan sapi betina di sana.

“Sesuai arahan pak bupati (Ali Mukhni), kita memang selalu didorong menyukseskan program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting),” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan rutin juga bisa langsung mengedukasi perternak. Sehingga, dominan peternak di sana memahami dengan baik kondisi ternaknya. “Ternak itu menjadi produktif karena kesehatannya terjami. Untuk menjamin kesehatan ternak tentunya dengan mengajari peternaknya,” pungkas Bustanil.

Sedangkan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, mengapresiasi Disnakeswan Padangpariaman beserta jajaran yang sudah menyukseskan Upsus Siwab Padangpariaman. Hal itu terbukti dengan banyaknya populasi ternak di sana, serta angka kelahiran sapi yang terus bertambah.

“Tidak berlebihan jika selama ini kita disebut sebagai lumbung pangan nasional. Mulai dari pertanian hingga peternakan kita produksinya sangat bagus,” hemat bupati yang dinobatkan sebagai Pembina Peternakan Terbaik di Sumbar tersebut.

Untuk tahun 2020 ini, imbuh Ali Mukhni, data Disnakeswan Padangpariaman yang diperiksanya, menjelaskan bahwa populasi ternak kerbau 5.142 ekor dengan kelahiran baru 669 ekor, sapi 27.282 ekor ditambah kelahiran baru 8.282 ekor, dan kambing 10.823 ekor yang ditambah kelahir 1.924 ekor.

“Apalagi ternak ayam dan itik (bebek), jumlahnya malah sangat banyak di sini. Yang sudah terdata saja oleh kita sekarang ini yaitu sebanyak 942.062 ekor ayam dan 188.327 ekor itik di Padangpariaman ini,” papar Ali Mukhni.

Terus Bantu Peternak

Kendati banyaknya populasi di sana, tidak menjadi alasan baginya untuk tidak memberikan perhatian khusus terhadap petani yang serius di bidang peternakan. Makanya, kemarin ia kembali membagikan bantuan ternak untuk 15 kelompok tani di Padangpariaman. Yakni 55 ekor sapi, 45 ekor kambing, 1.692 ekor ayam kampung dan 2.115 ekor itik.

“Pertanian dan peternakan ini sudah membuktikan mampu memperkuat ekonomi masyarakat kita. Makanya, kita selalu berupaya mendukung peternakan di Padangpariaman, dengan APBD hingga menggaet bantuan provinsi hingga pusat,” pungkas bupati jago lobi tersebut. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan