Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Anggaran Pertanian di Sumbar Harus Ditingkatkan

  • Bagikan
Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Desrio Putra menilai bahwa anggaran pertanian di Sumbar harus lebih ditingkatkan. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Anggaran pertanian di Sumbar harus ditingkatkan. Pasalnya, alokasi anggaran infrastruktur penunjang hasil produksi seperti perbaikan irigasi menurun setiap tahun. Padahal, pertanian merupakan sektor strategis dalam menunjang pertumbuhan ekonomi (PE) di Ranah Minangkabau ini.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Desrio Putra, Jumat (12/3 ). Dia meminta pemerintah provinsi memperhatikan sektor pertanian, sehingga Sumbar terus menjadi daerah dengan predikat swasembada pangan.

”Secara keseluruhan dari tahun-tahun sebelumnya alokasi anggaran pertanian di Sumbar terus menurun. Khususnya untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, termasuk untuk irigasi,” ungkap Desrio.

Pada tahun 2020, lanjutnya, anggaran untuk program yang dititipkan pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, tidak bisa dipakai karena adanya pengalihan anggaran penanggulangan Covid-19. Kondisi tersebut, menurutnya berpengaruh terhadap rencana perbaikan irigasi yang harus ditunda atau tidak dilanjutkan.

BACA JUGA:  Bertahan Bacakan Surat Al-Anbiyaa di Tengah Guncangan Gempa

”Dari tahun 2021 penganggaran untuk perbaikan irigasi cukup besar, namun kita belum bisa memastikan apakah anggaran itu bisa sepenuhnya digunakan atau dipangkas kembali,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dengan tidak optimalnya pola penganggaran untuk perbaikan irigasi, sangat mempengaruhi hasil produksi gabah Sumbar yang selalu menurun setiap tahun. Semuanya saling terhubung, jika irigasinya bagus produksinya akan bagus juga.

Terkait irigasi, lanjutnya, ada kewenangan provinsi, kabupaten/kota bahkan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V . Khusus provinsi, DPRD Sumbar terus mendukung agar program irigasi yang dianggarkan pada PSDA menjadi prioritas.

”Kita tidak inginkan lahan pertanian tidak tergarab hanya karena fungsi irigasi yang tidak optimal,” katanya.

BACA JUGA:  3 Calon Sekda Sumbar bakal Disampaikan ke Presiden

Dia menambahkan, banyak yang mengeluhkan kepada DPRD Sumbar khususnya komisi IV agar sejumlah irigasi diperbaiki. Sehingga koordinasi akan terus dilakukan kepada unsur terkait, agar target swasembada pangan pada tahun-tahun selanjutnya terus meningkat, khususnya di kabupaten/kota.

Pengaruh Pertanian

Sementara itu, anggota DPRD Sumbar lainnya Nurkhalis Datuak Bijo Dirajo mengatakan, sektor pertanian mempengaruhi 23 persen pertumbuhan ekonomi Sumbar. Sehingga, perhatian memang sangat perlu dioptimalkan pada sektor tersebut.

Apalagi di 2021 ini, meski ada pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19, tapi anggarannya itu tidak sebanyak tahun 2020. Hal ini dikarenakan, anggaran tersebut lebih diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi di daerah.

”Pemerintah kini terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi daerah. Jadi anggaran untuk penanganan Covid-19 tahun 2021 ini, menurun bila dibandingkan tahun 2020 lalu,” katanya. (da.)

  • Bagikan