Andri Warman-Irwan Fikri Menang Telak di Pilkada Agam

  • Bagikan
Salah seorang saksi Andri Warman-Irwan Fikri menerima rekapitulasi hasil Pilbup dari KPU Agam usai sidang pleno terbuka, Rabu dini hari (16/12). (Foto: Istimewa)

Agam | Datiak.com – Pasangan Andri Warman-Irwan Fikri menang telak dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Agam. Calon Bupati dan Wakil Bupati Agam nomor urut 4 yang diusung koalisi PAN-Demokrat tersebut unggul perolehan suara lebih dari 13 ribu suara.

Hasil rekapitulasi tingkat kabupaten yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Agam, pasangan Andri Warman-Irwan Fikri mampu meraup suara 59.869 suara atau 32,33 persen. Disusul pasangan nomor urut 2 Hariadi-Novi Endri dengan perolehan 46.792 suara atau 25,27 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut 3 Wakil Bupati Agam atau petahana, Trinda Farhan Satria yang maju didampingi M. Kasni, hanya mampu merebut 44.700 suara atau 24,14 persen. Posisi terakhir ditempati pasangan nomor urut 1 Taslim-Syafrizal, dengan perolehan 33.810 suara atau 18,26 persen.

BACA JUGA:  Kembangkan Kesenian Tradisional untuk Memajukan Pariwisata Solok

Ketua KPU Agam, Riko Antoni menyebut, total partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 di Agam sebanyak 192.998 pemilih atau 53,33 persen. Jumlah suara sah tercatat sebanyak 185.171 suara dan tidak sah sebanyak 7.827 suara. “Berdasarkan perolehan suara, pasangan calon Andri Warman-Irwan Fikri dinyatakan memenangi Pilkada Agam,” kata Riko usai sidang plano tingkat Kabupaten Agam.

Kendati demikian, lanjutnya, penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Agam pemenang Pilkada 2020, baru bisa dilaksanakan apabila KPU Agam sudah menerima surat dari Makamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.

“Jika gugatan tidak ada di MK, penetapan pasangan calon terpilih sudah bisa dilaksanakan 5 hari setelah kita menerima surat dari MK itu,” ungkap Riko.

BACA JUGA:  Gusni Fitri, Divonis Tidak Bersalah Setelah Hampir 4 Tahun Dipenjara

Riko turut menjelaskan bahwa Pilkada 2020 menghadirkan sesuatu yang baru dan tantangan tersendiri bagi penyelenggara maupun masyarakat, karena pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19. “Namun ini bukan suatu hambatan bagi kita, tetapi jadi tantangan bagaimana Pilkada 2020 tetap bisa dilaksanakan dengan aman, damai dan bebas Covid-19,” katanya. (da.)

  • Bagikan