Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Ancaman Stunting Patut Diwaspadai di Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
ancaman stunting
Ilustrasi anak yang mengalami stunting (sebelah kanan) memiliki tubuh yang pendek dibandingkan anak seusianya (sebelah kiri). (Gambar: Tim Datiak.com)

Padang | Datiak.com – Ancaman stunting patut diwaspadai di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Pasalnya, wabah ini berdampak besar terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. Terutama mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah dan tidak tetap. Layanan pendidikan dan kesehatan tidak berjalan optimal, terutama pada pelayanan kesehatan untuk balita (posyandu).

Masyarakat yang terpukul secara ekonomi akibat Covid-19 ini mempengaruhi pola konsumsi dan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi anak-anaknya. Terlebih, kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak tentu mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual mereka.

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan dan dapat mempengaruhi nasib generasi penerus bangsa ke depannya. Bukan tak mungkin pula hal ini berpeluang meningkatkan angka stunting. Hal ini pulalah yang mendorong tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand yang diketuai Resmiati, melakukan pengabdian masyarakat, berupa edukasi peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap ancaman stunting.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMP Putri Ar Risalah dan Panti Asuhan Aisyiah Kototangah, Kota Padang, baru-baru ini. Dalam kegiatan ini, tim menggunakan media edukasi berupa Buku Saku Remaja Stunting dan Aplikasi Edukasi Gizi berbasis Android “Edukasi Stunting Remaja”. Media yang digunakan ini merupakan media yang sudah diciptakan dan diuji tim ini pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Rehab Puskesmas Kotobangko 2021 Disorot Fraksi Gerindra
Aplikasi Pelajari Ancaman Stunting

Remaja ini telah tersedia di Google Play Store dan dapat di-download secara gratis masyarakat luas. Resmiati menyebut, aplikasi edukasi berbasis android ini diharapkan dapat membantu peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan ancaman stunting dan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja.

Pada aplikasi ini tidak hanya terdapat modul-modul terkait gizi dan stunting yang telah dirancang  dengan baik dan dilengkapi dengan visualisasi gambar yang menarik bagi remaja, namun juga dilengkapi fitur pengukuran status gizi remaja.

“Media ini tentu akan sangat menunjang dalam pembelajaran atau transfer knowledge di masa pandemi ini, khususnya terkait ancaman stunting dan gizi remaja, tanpa harus tatap muka secara langsung,” ujar dia.

BACA JUGA:  31 Tenaga NSI Disambut Langsung oleh Bupati Padangpariaman

Lewat kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap ancaman stunting dalam jangka pendek, tapi juga dampak jangka panjang terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.

Tim berharap media yang sudah diciptakan bisa dimanfaatkan secara luas oleh remaja di Indonesia atau dapat diduplikasi di tempat lain, sehingga dapat mempermudah dalam transfer ilmu terkait stunting dan gizi remaja, serta dapat memberikan sumbangsih terhadap penurunan angka stunting di Indonesia ke depannya.

“Penurunan angka stunting di Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu instansi atau lembaga saja, namun dibutuhkan kerjasama dari berbagai instansi dan stakeholders. Mari kita cegah ancaman stunting dari sekarang!” harap dia. (da.)


BACA JUGA:  Sekolah Tatap Muka Desember, 700 Guru Ikut Swab Massal

Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan