Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Anak Yatim Usia Lima Tahun Mengaku Dicabuli Tetangganya

  • Bagikan
SF yang diduga mencabuli anak yatim usia lima tahun kini ditahan di Mapolres Padang. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Kota Padang. Dalam tayangan video berdurasi 2 menit 22 detik yang tersebar di media sosial, seorang anak Yatim usia lima tahun mengaku mendapat tindakan kekerasan seksual. Bocah perempuan itu menyebutkan dirinya dicabuli oleh tetangganya.

Video itu telah ditonton 14.108 orang sejak awal di-posting. Komentar netizen yang mendengar pengakuan gadis cilik tersebut, mengecam keras tindakan pelaku terhadap korban. Bahkan, banyak netizen yang mengatakan pelaku patut dihukum seberat-beratnya.

“Menyikapi video yang beredar itu, kami telah menangkap pelaku seminggu lalu. Hingga kini kami masih menyidik kasus dugaan pencabulan anak berusia lima tahun yang terjadi di kawasan Pauh tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda.

BACA JUGA:  Pemerkosa Pelajar SMA di Dharmasraya Tertangkap

Disebutkan Rico, tersangka berinisial Sf (47 tahun) ditangkap di kediamannya di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Padang, Jumat (26/6) sekitar pukul 23.00.

“Setelah menerima laporan dari pihak korban, kami langsung memproses kasus tersebut dan menangkap pelaku,” kata Rico.

Saat ini, penyidik telah menetapkan status pria yang diketahui merupakan tetangga korban tersebut sebagai tersangka. Korban sendiri diketahui sebagai anak yatim.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Juncto (Jo) 76E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor I Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang,” terang Rico.

Disebutkan Rico, perbuatan tersebut dilakukan tersangka dengan cara membujuk rayu korban. Kemudian melakukan aksi cabulnya korbannya yang merupakan anak yatim tersebut.

BACA JUGA:  Seorang Pengasuh Ponpes di Kabupaten Solok Diduga Sodomi Santri

Kepada polisi, tersangka mengakui melakukan perbuatan itu sebanyak dua kali. Namun, pihaknya masih terus mendalami kasus dan mengkonfrontir keterangannya dengan keterangan korban.

“Untuk mengusut kasus itu, kami telah mengambil visum serta memintai keterangan korban didampingi psikolog. Terhadap tersangka kami melakukan penahanan badan,” katanya. (da.)

  • Bagikan