Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Ali Mukhni Terbitkan Edaran Soal Tahun Baru 20221

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni meminta Kabag Humas dan Protokol Anton Wira Tanjung memaksimalkan sosialisasi surat edaran soal tahun baru 2021. (Foto: Syahrial Canon/Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni terbitkan Surat Edaran 451/152/kesra/XII/2020. Edaran soal tahun baru, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang melanggar protokol kesehatan.

Dalam surat edaran soal tahun baru itu, menjelaskan agar pelaku usaha, pengelola, penyelenggara ataupun penanggungjawab tempat dan fasilitas umum, diwajibkan menerapkan perilaku disiplin penerapan protokol kesehatan. Mengingat, kasus Covid-19 atau virus corona masih terus berkembangnya.

“Jangan sampai kita justru mengabaikan keselamatan hanya karena mengedepankan kesenangan sesaat,” pesan Ali Mukhni ketika ditanyai soal surat edaran itu, kemarin.

Untuk itu, melalui edaran tersebut Ali Mukhni turut melarang masyarakat menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Baik di dalam maupun luar ruangan. Masyarakatnya juga diingatkan agar tidak membentuk kerumunan, menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya.

BACA JUGA:  Makam Syekh Burhanuddin Tetap Didatangi Peziarah

“Edaran ini harus disosialisasikan secara maksimal. Saya sudah instruksikan seluruh jajaran di Pemkab Padangpariaman. Sekarang, kami berharap dukungan seluruh lapisan masyarakat agar ikut menyosialisikannya di masyarakat,” ajaknya.

“Jika melanggar ketentuan dalam edaran tersebut akan diberkan sanksi sesuai dengan peraturan daerah Provinsi Sumatra Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19,” imbuh Ali Mukhni tegas.

Ia menjelaskan bahwa larangan itu bakal berlaku hingga 4 Januari 2021. Artinya, masyarakat harus memperhatian seluruh poin yang tertera dalam edaran selama rentang waktu tersebut. Sehingga, tidak terjadi pelanggaran yang bisa merugikan masyarakat, seperti denda dan kurungan penjara sesuai ketentuan Perda AKB.

BACA JUGA:  Kasus Ganti Rugi Tol, Kejati Datangkan Saksi Ahli Minggu Ini

“Lebih baik di masa-masa seperti ini kita perbanyak doa dan zikir bersama istri dan anak-anak di rumah untuk mengisi waktu luang. Sehingga keluarga kita terhindar dari perbuatan yang melanggar norma sosial dan agama,” pungkas Ali Mukhni. (da.)

  • Bagikan