Ali Mukhni Diperiksa di Posko Perbatasan Padangpariaman

  • Bagikan
Uji protokol penanganan Covid-19, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni meminta petugas untuk mempraktekkan SOP pemeriksaan kepada dirinya di Posko Perbatasan Padangpariaman. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Kabupaten Padangpariaman, Ali Mukhni diperiksa di perbatasan wilayahnya sendiri. Yakni di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Senin (6/4) malam. Namun, pemeriksaan itu bukan berarti karena Ali Mukhni masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19. Tetapi, hal itu berkat permintaannya sendiri, guna memanstikan protokol penanganan Covid-19 di Posko Perbatasan Padangpariaman.

Malam itu, Ali Mukhni mengunjungi seluruh posko pencegahan dan penanganan Covid-19 di Posko Perbatasan Padangpariaman. Yakni di Kayutanam, Tandikek, dan Batang Gasan. Ketiga posko itu, menjaga akses terbesar yang ada di Padangpariaman. Yakni Jalan Padang-Bukittinggi, Padang-Lubukbasung, dan Jalan Sicincin-Malalak-Balingka (Simalaka).

Kedatangan bupati peraih penghargaan Ksatria Bakti Husada tersebut secara mendadak saja. Hal itu tentunya membuat petugas di sana cukup dikejutkan. Namun, Ali Mukhni tampaknya tak ingin petugasnya yang berjaga 24 jam di sana terganggu. Sehingga, ia datang layaknya pengunjung yang masuk di Padangpariaman.

BACA JUGA:  Babak Baru Dugaan Korupsi Hibah KONI Pessel

Ali Mukhni pun mengikuti seluruh protokol penanganan Covid-19. Artinya, bupati penggagas program Padangpariaman Sehat yang kini menjadi rujukan nasional tersebut, turut menjalani pemeriksaan di posko itu.

”Petugas di posko penanganan Covid-19 agar menjalankan tugas sesuai dengan protokol perbatasan,” pinta Ali Mukhni usai mengikuti sejumlah tahapan penjagaan di posko perbatasan yang berada di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan.

Katanya, mengikuti protokol yang telah ditetapkan sangatlah penting, sehingga pendataan dan pemeriksaan pengunjung benar-benar berjalan optimal. Selain itu, keamanan para petugas di sana juga terjamin.

”Saya berharap agar para petugas yang ada di sini selalu menjaga kesehatannya. Saya yakin, masyarakat Padangpariaman juga selalu mendoakan bapak/ibu yang bertugas untuk kemaslahatan umat ini,” hematnya.

BACA JUGA:  Erman-Marfendi Resmi Tumbangkan Dua Petahana Bukittinggi
Usai Diperiksa

Setelah mengikuti tahapan pemeriksaan tersebut, Ali Mukhni menilai bahwa petugas di perbatasan Padangpariaman benar-benar bekerja dengan baik. Pelayanannya terhadap masyarakat juga ramah.

”Kalau bisa pelayanan saat pemeriksaan tidak ramah sama saya saja ya. Harus kepada seluruh warga yang akan diperiksa,” saran bupati yang dikenal dengan slogan “Tiada Hari Tanpa Melayani” tersebut.

Ali Mukhni menjelaskan, posko penanganan Covid-19 di tiga titik perbatasan Padangpariaman tersebut, sudah beroperasi sejak 1 April 2020 lalu. Masing-masing posko terdapat 15 petugas yang terdiri dari petugas Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, DispolPP Damkar, TNI, dan anggota kepolisian.

”Kami juga berterima kasih kepada Dandim 0308 Pariaman serta Kapolres Padangpariaman dan Kota Pariaman karena sudah meminjamkan velbed untuk sarana perisitirahatan di posko ini,” ucap Ali Mukhni.

BACA JUGA:  PSBB Diperpanjang, Penegakan Aturan Dipertegas?

Sejauh ini, Ali Mukhni bersyukur petugas belum ada menemukan petugas yang didugas positif Covid-19 di posko perbatasan tersebut. Hal itu menurutnya membuat petugasnya di sana masih terbilang dalam kondisi aman sampai sekarang.

”Kita harus banyak berdoa dan tingkatkan kualitas ibadah, sehingga Allah SWT melindungi daerah kita tercinta ini. Selain itu, mari kita selalu berada di rumah terlebih dahulu, jauhi keramaian, gunakan APD (Alat Pelindung Diri) apabila memang harus keluar rumah, dan jalani pola hidup bersih serta sehat,” ujarnya. (da.)

  • Bagikan