Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Ada Warga Padangpariaman Positif Corona atau Tidak?

  • Bagikan
Ilustrasi Covid-19 yang kini melanda dunia. Sekarang, kabar warga Padangpariaman positif corona berkembang simpang-siur. (Gambar: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Informasi adanya salah seorang warga Padangpariaman positif corona atau Covid-19 berujung membingungkan. Bagaimana tidak, berdasarkan siaran pers Gugus Tugas Penangananan Covid-19 Sumbar, pelajar di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang yang berusia 18 tahun tersebut, dinyatakan positif virus corona.

“Tambahan pasien positif dua orang lagi berasal dari Padang dan Pariaman. Kedua-duanya perempuan. Pasien dari Pariaman sebelumnya adalah pasien PDP dari RSUD Pariaman berumur sekira 18 tahun. Karena kondisi membaik, akhirnya diizinkan pulang namun tetap dipantau oleh tim medis RSUD Pariaman. Hari ini ybs dinyatakan positif dan ybs mengisolasi mandiri dengan pangawasan ketat paramedis,” isi poin empat pers rilis Gugus Tugas Penangananan Covid-19 Pemprov Sumbar.

Berbeda dengan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni. Melalui video konferensi persnya, belum dapat memastikan klaim positif tersebut. Sebab, sampai sekarang pihaknya belum mendapat informasi resmi terkait hasil uji laboratoriumnya. Artinya, ia belum menerima laporan resmi adanya warga Padangpariaman positif corona.

BACA JUGA:  Ramlan Nurmatias Pamitan, Tinggalkan Pesan Penting saat Apel

Tak heran, apabila Pemkab Padangpariaman juga belum mencatat laporan warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. Hal itu terlihat pada situs resmi Satgas Covid-19 Padangpariaman

Tanggapan Warga

Kondisi ini tentu membuat masyarakat bingung. Pasalnya, di tengah kecemasan terkait pandemi corona, pemerintah belum sejalan dalam penyampaian informasi. Hal ini disampaikan Suirman, salah seorang warga yang tinggal satu kecamatan dengan terduga terinfeksi virus mematikan tersebut.

Menurut Man (sapaan Suirman), pemerintah harusnya berkoordinasi total menghadapi wabah tersebut. Terlebih dalam penyampaian informasinya. Sebab, warga yang kini didesak untuk tidak keluar rumah, hanya bisa berpedoman pada informasi yang jelas dari pemerintah.

“Kalau informasinya simpang siur, bagaimana kita masyarakat ini bisa waspada. Apalagi informasi sampai ditutup-tutupi,” sentilnya.

BACA JUGA:  Aset Pemerintah Provinsi Sumbar Banyak yang Belum Dikembalikan

Padahal, imbuh Man, masyarakat di Padangpariaman, khusus dirinya sangat cemas dengan wabah tersebut. Terlebih perantau terus berdatangan ke kampong halaman. “Saya tidak lihat perantau yang pulang ini mendapat perlakuan khusus seperti diperiksa,” katanya.

Untuk itu, Main menilai wajar apabila masih banyak masyarakat yang tak acuh dengan imbauan pemerintah, untuk tetap berada di dalam rumah.

“Kalau pemerintah ingin warganya patuh, pemerintah harus jujur dan sigap dalam bekerja. Hentikanlah pencitraan dalam kondisi sekarang,” cetusnya.

Begitupun yang disampaikan rekan Man, yakni Ardimansyah. Ia malah tertawa melihat sikap pemerintah dalam menangani Covid-19 ini. “Saya no comment soal ini. Yang berdusta, pasti dapat ganjaran nantinya. Itu saja menurut saya,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan