Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

840 Orang Disanksi di Padang karena Langgar Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Salah seorang IRT yang membonceng anaknya menggunakan sepeda motor ditertibkan petugas karena langgar protokol kesehatan. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Sebanyak 840 orang disanksi di Padang karena langgar protokol kesehatan. Jumlah pelanggaran itu tercatat sejak Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dijalankan di Kota Bengkuang tersebut.

“Selama dua pekan melaksanakan operasi yustisi bersama tim gabungan, kita telah menertibkan 840 warga yang langgar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dan tidak mengindahkan peraturan pembatasan jumlah kunjungan ke tempat usaha,” kata Kepala SatpolPP Kota Padang, Alfiadi, Rabu (21/10).

Adapun pelanggaran yang dilakukan para pelanggar protokol kesehatan itu didominasi pelanggaran tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan juga berkerumun di suatu lokasi tanpa memperhatikan jaga jarak. “Kebanyakan pelanggar adalah pengendara kendaraan bermotor,”  ungkapnya.

BACA JUGA:  Aset Pemerintah Provinsi Sumbar Banyak yang Belum Dikembalikan

Selain itu, sejumlah pemilik atau pengelola tempat usaha seperti toko, kafe dan lainnya, juga tak luput dari pelanggaran. Mereka kedapatan tidak mengindahkan aturan pembatasan 50 persen jumlah pengunjung.

Terhadap para pelanggar tersebut, mereka diberikan sanksi berupa kerja sosial dan denda administrasi. Sanksi kerja sosial diberikan selama 30 menit untuk membersihkan fasilitas umum. “Dari 840 orang pelanggar itu, 36 orang yang dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp 100 ribu karena tidak mau melakukan kerja sosial dan malu memakai rompi yang bertuliskan pelanggar Perda AKB,” jelasnya.

Selanjutnya, data para pelanggar itu dimasukkan ke dalam aplikasi pencatat pelanggar Perda (Sipelada), sehingga jika mereka melanggar lagi akan bisa diketahui. “Namun sampai saat ini kami belum menemukan kasus pelanggar yang dua kali melakukan pelanggaran. Itu bagus lantaran masyarakat yang pernah kena sanksi tidak mengulangi perbuatannya lagi,” sebutnya.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrim di Sumbar Bisa Picu Gelombang 6 Meter di Laut

Alfiadi menyebutkan, pihaknya bersama petugas gabungan akan terus melakukan operasi yustisi  penegakan Perda AKB di Kota Padang agar masyarakat bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tengah pandemi.

“Operasi yustisi ini bukan mencari orang yang melanggar, tapi bagaimana masyarakat Kota Padang bisa menjadi disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya.

Perkembangan Covid-19 di Padang

Sampai saat ini, Kota Padang masih menjadi daerah dengan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 yang bertambah signifikan setiap harinya. Pada Selasa (20/10) saja, positif corona di sana bertambah sebanyak 113 orang. Sedangkan Rabu (21/10), kondisinya lebih memprihatinkan karena dilaporkan positif Covid-19 di Padang bertambah 190 orang.

BACA JUGA:  PAD Padangpariaman Bisa Tembus Rp 1 Triliun?

Kini, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Padang tercatat sebanyak 6.426 orang. Beruntung, 3.359 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh atau negatif dari virus tersebut. Malangnya, 107 orang dilaporkan meninggal dunia. Masih tingginya jumlah terkonfirmasi positif itu, membuat Kota Padang tetap menjadi zona merah di Sumbar. (da.)

  • Bagikan