4 ASN di Kantor Bupati Pessel Terjaring OTT, Polisi masih Memeriksa

  • Bagikan
4 ASN di Kantor Bupati Pessel terjaring OTT
Ruang Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekdakab Pessel tampak masih dipasangi garis polisi, kemarin. (Foto: Ist)

Pesisir Selatan | Datiak.com – 4 ASN di Kantor Bupati Pessel (Pesisir Selatan) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pessel, pada Rabu (20/3). Selain itu, juga diamankan seorang rekanan (kontraktor).

Dari kejadian itu, 2 ruangan di kantor Bupati Pessel sempat dipasangi police line. Namun, salah satunya terlihat sudah tidak dipasangi police line, Kamis (21/4). Yakni ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang terdapat di lantai tiga. Hanya saja, belum ada aktivitas pada ruangan tersebut, atau masih terlihat sepi.

Polres Pessel belum bisa memberikan keterangan terkait penangkapan 4 ASN di Kantor Bupati Pessel dan seorang kontraktor tersebut. Sebab, pihak Polres Pessel mengaku masih dalam proses pemeriksaan kelima orang tersebut. Hal ini disampaikan  Kasat Reskrim, AKP Hendra Yose, Kamis (21/4).

“Karena pemeriksaan masih berlangsung, kita belum bisa memberikan keterangan terkait status empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut. Kapan waktunya keterangan bisa disampaikan, kita juga tidak bisa memastikan. Bisa saja nanti, atau besok (hari ini),” ungkap AKP Hendra.

Terkait telah dibukanya police line di ruang ULP tempat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada lantai tiga di kantor itu, dijelaskan Hendra Yose karena semua dokumen yang dibutuhkan telah didapatkan.

“Karena dokumen yang dibutuhkan sudah diamankan untuk proses penyidikan, maka police line di ruang ULP LPSE lantai tiga kembali kita buka. Sedangkan khusus ruang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, masih dipasang police line,” ucapnya. Pihaknya akan menyampaikan bila hasil pemeriksaan telah selesai.

Di sisi lain, Sekdakab Pessel, Mawardi Roska, mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut secara lisan dari staf lainnya. Hanya saja, sampai sekarang ia mengaku belum memperoleh informasi terkait perkembangan kejadian itu. Namun, ia mengaku tahu adanya ruangan di Kantor Bupati Pessel yang dipasangi garis polisi.

Sekarang, pihaknya masih sedang menantikan informasi dari Polres Pessel terkait 4 ASN di Kantor Bupati Pessel tersebut. Namun, ia mengaku sudah menyampaikan secara lisan peristiwa itu kepada pimpinannya, yakni Bupati Pessel. “Saat ini kami menunggu arahan lebih lanjut dari bapak bupati,” ungkap Mawardi.

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com, 4 ASN di Kantor Bupati Pessel yang terjaring OTT tersebut yaitu NH (seorang pejabat eselon 3), lalu seorang fungsional tertentu penyetaraan berinisial YD, dan 2 staf dengan inisial DS dan NF. Sedangkan seorang kontraktor yang diamankan tersebut berinisial J. (da.)

Baca berita Pesisir Selatan hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan