2 Warga Tanahdatar Meninggal saat Menggali di Sumur 20 Meter

Diduga Kuat karena Kekurangan Oksigen

  • Bagikan
2 warga Tanahdatar meninggal dalam sumur
2 warga Tanahdatar, Syaiful dan Muhamad Rizal, berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Malangnya, nyawa keduanya tak terselamatnya. (Foto: Ist)

Tanahdatar | Datiak.com – 2 warga Tanahdatar, tepatnya di Nagari Gurun, Kecamatan Sungaitarab, meninggal saat membersihkan dasar sumur, Sabtu (26/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Kuat dugaan 2 warga Tanahdatar tersebut kekurangan oksigen saat berada di dalam sumur tersebut.

Pembersihan sumur itu dikerjakan oleh lima orang. Yakni Zulhendri, Afrizal Datuk Mangkuto Sati, dan Rudi Hartono. Lalu 2 korban yang diketahui bernama Syaiful (31 tahun) dan Muhamad Rizal (48 tahun).

Peristiwa nahas itu terjadi saat Syaiful dan Rizal bermaksud hendak menggali tanah yang ada di dasar sumur, agar mata air sumur itu kembali lancar. Namun, sayang keduanya justru meninggal saat masuk ke dalam sumur dan ingin mengerjakan penggalian.

Kasubag Humas Polres Tanahdatar, AKP Desfiarta mengatakan, kejadian nahas itu berawal dari korban Syaiful masuk ke dalam sumur guna mengeluarkan dan membersihkan air sumur.

“Sampai di dasar sumur sedalam 20 meter, korban melepaskan tali pengikat tubuh yang sebelumnya digunakan untuk turun dan ditarik oleh korban M. Rizal yang berada di bibir sumur,” kata Desfi, Minggu(27/3).

Tidak beberapa lama, saat korban Syaiful dipanggil oleh Rizal, tidak menyahut panggilan tersebut. Rizal yang cemas, mengambil keputusan untuk turun ke dasar sumur menggunakan tali.

“Karena tidak menyahut, Muhammad Rizal spontan masuk juga ke sumur. Sementara tiga rekannya yang lain Zulhendri, Afrizal Datuk Mangkuto Sati dan Rudi Hartono menunggu di atas,” tambah Desfi.

Beberapa saat setelah sampai di dasar sumur, Zulhendri memanggil korban Muhammad Rizal, namun hanya terdengar seperti sesak napas dan tidak menyahut.

“Merasa khawatir, Zulhendri memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar dan meminta bantuan kepada aparat berwajib dan BPBD Tanahdatar,” kata Desfi.

Evakuasi baru bisa dilakukan setelah satu jam berselang kejadian. Itupun saat petugas dari BPBD Tanahdatar sampai di lokasi kejadian. Personel BPBD datang dan langsung mengevakuasi 2 warga Tanahdatar yang sudah lemas tersebut.

Meski 2 warga Tanagdatar itu sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Korban Syaiful dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar. Sedangkan korban Muhamad Rizal dilarikan ke Klinik Suci Medika Kecamatan Sungaitarab.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia saat sampai di rumah sakit dan klinik,” ujar AKP Desfiarta.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanahdatar Yusnen menyampaikan pihaknya menurunkan 15 personel untuk mengevakuasi 2 warga Tanahdatar tersebut. Ia mengharapkan kepada masyarakat agar segera memberitahukan kejadian serupa kepada pihak terkait sehingga pertolongan juga segera datang.

“Sekiranya ada kejadian kebakaran rumah, lahan, kebun, hutan, atau binatang yang mengganggu atau ada yang jatuh masuk sumur, hanyut di sungai dan kejadian sejenis, silakan segera laporkan. Kami Satpol PP Damkardan BPBDTanahdatarsiap membantu,” imbaunya.

Katanya, 2 warga Tanahdatar yang meninggal tersebut telah dikebumikan di pemakaman keluarga (kaumnya) masing-masing. (da.)

Baca berita Tanahdatar hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan