Iklan Melayang
Iklan Melayang

2.480 Vaksin Sinovac sampai di Mentawai

  • Bagikan
Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, menerima 2.480 vaksin sinovac yang masuk di Gudang Depo Farmasi, KM 5 Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Mentawai | Datiak.com – 2.480 vaksin sinovac telah sampai di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (29/1). Vaksin untuk pencegahaan virus corona itu, diterima oleh Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, di Gudang Depo Farmasi, KM 5 Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

2.480 vaksin sinovac tersebut, bakal direalisasikan atau disuntikkan kepada para pejabat esensial. Namun, jumlahnya hanya 10 dari 20 orang. Sedangkan sisanya, akan divaksinasikan kepada tenaga medis kesehatan di Kepulauan Mentawai.

banner 336x280

“Mereka (tenaga medis, Red) dulu yang harus dikebalkan, karena mereka yang akan memvaksinasi masyarakat kita nantinya,” ujar Kortanius Sabeleake.

Katanya, vaksinasi di lingkungan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, tidak hanya berlaku bagi medis saja. Tetapi juga sopir atau operator boat, petugas kesebersihan, serta security. “Vaksinasi nantinya bakal dilaksanakan di setiap puskesmas. Makanya, seluruh pekerja di puskesmas harus divaksinasi dulu,” ucapnya.

Pihaknya menjadwalkan pengiriman vaksin ke puskemas-puskemas pekan depan. Teknisnya, Dinas Kesehatan Mentawai akan menerjunkan tim ke seluruh kecamatan. “Khusus daerah pedalaman, kita ada sedikit kendala, yaitu tidak adanya listrik. Sedangkan vaksin ini harus disimpan pada suhu 2 derajat celsius,” ungkap Kortanius.

“Untuk itu, kita terlebih dahulu mempersiapkan tempat atau alat kusus untuk penyimpanan vaksin yang akan kita kirim ke daerah pedalaman tersebut,” imbuh politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

Kortanius menjelaskan bahwa 2.480 vaksin sinovac yang datang tersebut, baru untuk vaksinasi tahap pertama. Sedangkan untuk vaksinasi di masyarakat, bakal dilaksanakan saat vaksin tahap kedua datang di Bumi Sikerei itu.

“Namun sebelum vaksinasi di masyarakat nantinya, kita akan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga, masyarakat tidak kaget ketika diminta mengikuti vaksinasi,” ucapnya.

“Untuk tahap berikutnya itu adalah untuk masyarakat kita yang diberikan kurang lebih bulan 3 atau 4 mendatang, jadi masih ada waktu, kita pastikan dulu vaksin itu sudah ada sama kita baru kita sosialisasikan,” puskas Kortanius.

Kemungkinan, lanjut Kortanius, vaksinasi di masyarakat dilakukan per Dusun. Tujuannya untuk menghindari terbentuknya keramaian. “Vaksinasi di masyarakat ini juga akan dilakukan secara serentak. Jangan sampai kita sudah divaksinasi, tetapi tetangga kita belum,” pungkasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan