Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

2.258 Orang Berebut 96 Kursi di MAN IC Padangpariaman

  • Bagikan
Kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, didampingi Kepala MAN IC Padangpariaman, Hendrisakti Hoktovianus, meninjau langsung panitia SNPDB mengawasi para calon peserta didik yang ujian di rumah. (Foto: Istimewa)

MAN Insan Cendekia (IC) Padangpariaman semakin diminati lulusan MTs/SMP sederajat. Tahun ini saja, jumlah pendaftar yang berhasil lulus seleksi administrasi, sebanyak 2.258 orang calon peserta didik. Sedangkan kuota yang diperebutkannya di MAN IC Padangpariaman hanya 96 kursi. Bagaimana kompetisinya?

Sabtu dan Minggu (27-28/2), sebanyak 2.258 orang calon peserta didik MAN Insan Cendekia Padangpariaman, menjalani ujian Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB). 75 orang di antara para pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebebihnya, yaitu sebanyak 2.183 orang, adalah pelajar dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Mereka menjalani ujian SNPDB tidak saja di lokasi ujian yang disediakan pihak MAN Insan Cendekia Padangpariaman, tetapi juga ada yang melaksanakannya di rumah. Hal ini lantaran kondisi pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk mempermudah calon peserta didiknya.

Alhasilnya, mayoritas calon peserta didik MAN IC Padangpariaman tersebut, memang memilih menjalani ujian yang digelar secara daring (dalam jaringan) itu di rumah. Sehingga, jumlah peserta yang mengikuti ujian di lokasi ujian, hanya sebanyak 493 orang. Itu pun pelaksanaan ujiannya di tiga daerah. Yakni di MAN IC Padangpariaman, MAN 2 Tanahdatar, dan MTsN 1 Bukittinggi.

Bahkan, sesuai ketentuan protokol Covid-19, ujian di tiga daerah tersebut pun dilaksanakan empat sesa dalam dua hari. Di MAN IC Padangpariaman, sesi pertama dan keduanya diikuti sebanyak 110 dan 103 calon peserta didik. Sedangkan di sesi ketiga dan keempat diikuti 65 dan 86 orang.

BACA JUGA:  Terkonfirmasi Positif Corona Bertambah 5 Orang di Mentawai

Lalu di MAN 2 Tanahdatar, jumlah peserta ujiannya di sesi pertama dan kedua sebanyak 28 dan 27 orang. Di sesi ketiga dan keempat diikuti 31 dan 16 calon peserta didik MAN IC Padangpariaman. Jumlah peserta ujian paling sedikit yaitu di MTsN 1 Bukittinggi. Dari sesi pertama hingga keempat, tercatat diikuti sebanyak 27 orang calon peserta didik.

“Jumlah peminat MAN Insan Cendekia tahun ini memang jauh melonjak. Sehingga, yang lulus seleksi administrasi saja sudah di atas dua ribu orang,” ujar Kepala MAN Insan Cendekia Padangpariaman, Hendrisakti Hoktovianus.

Hendrisakti membenarkan bahwa pihaknya tidak mewajibkan calon peserta didik mengikuti SNPDB di lokasi ujian. Namun bisa dijalani di rumah. Nantinya, mereka bakal awasi secara virtual menggunakan aplikasi khusus.

“Jadi, MAN Insan Cendekia Padangpariaman itu memiliki aplikasi yang dapat mengawasi peserta ujian dari rumah. Keunggulan aplikasi ini mampu mendeteksi kecurangan para peserta ujian,” ungkap mantan Kepala MAN IC Jambi tersebut. “Kita mengatur sistem ujian seperti ini untuk mencagah pelanggaran protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah peminat MAN IC Padangpariaman, tidak terlepas dari capaian prestasinya. Tahun 2020 saja, madrasah milik Kementerian Agama (Kemenag) itu sudah mengantongi lebih dari 50 prestasi. Baik di bidang sains, bahasa, ataupun kompetisi keagamaan tingkat provinsi hingga nasional. Apalagi jika dilihat sejak dibuka 5 tahun lalu, sudah ratusan prestasi yang dimilikinya.

“Kita bisa mencapai prestasi itu karena kita memang melakukan pembinaan secara maksimal,” ungkap mantan Kepala MAN IC Jambi tersebut. “Salah satu bentuk pembinaan itu, kita menyediakan kelas khusus bagi siswa yang akan diterjunkan ke olimpiade. Jadi, saat ada olimpiade, kita siswa kita sudah siap,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Transparan, Tercepat Laporkan Kekayaan

Bahkan, untuk bisa mencapai prestasi dan menghasilkan lulusan berkompeten, pihaknya tidak saja terpaku pada pembelajaran akademik. Namun juga didukung program unggulan dan ekstra kurikuler. Di antaranya pembinaan KSN dan KSM, robotik/ICT, pramuka, study club, tahfidzul Al Quran, bela diri, drumband, paduan suara, karya ilmiah, english club, dan banyak lagi.

“Jadi peserta didik di MAN Insan Cendekia Padangpariaman ini tidak saja berkualitas dari sisi akademik, tetapi multi talenta nantinya,” hematnya.

Makanya, Hendrisakti menilai sangat wajar apabila untuk bisa mengenyam pendidikan di MAN IC Padangpariaman, membutuhkan kesiapan maksimal dari para peserta didik lulusan MTsN/SMP. Terlebih lagi, kuota peserta didik baru yang disediakan di sana hanya untuk 96 orang.

“Kuota yang disediakan itu sangat wajar karena MAN IC memang diperuntukkan untuk pembinaan pelajar-pelajar unggulan atau berprestasi,” ungkapnya. “Jadi lulusan MAN IC ini tidak saja cakap ilmu agamanya, tetapi pengetahuannya juga mampu mengikuti dan memahami dengan baik perkembangan zaman ke depannya,” imbuhnya.

Buktinya, lanjut Hendrisakti, lulusan MAN IC Padangpariaman tidak saja diminati universitas negeri ternama di Indonesia, tetapi juga luar negeri. Di antaranya Pramukele University di Turki, Zhejiang University di Tiongkok, dan Tomsk State University di Rusia. “Kalau universitas besar dalam negeri, sat ini rata-rata sudah diisi oleh lulusan MAN IC Padangpariaman,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Laporan Harta Kekayaan Cabup Agam dan Wakilnya
Terbanyak Kedua di Indonesia

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumbar, Hendri sangat mengapresiasi inovasi sistem SNPDB yang dibangun Direktorat KSKK Ditjen Pendig, Kemenag. Sehingga, SNPDB yang ramai peserta mampu berjalan dengan lancar hingga selesai. Ditambah lagi, imbuh Hendri, pelaksanaan SNPDB tahun ini turut dibantu UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Kita di Sumbar terbanyak kedua peserta SNPDB-nya. Alhamdulillah, karena sistem yang dibuat Direktorat KSKK Ditjen Pendig sangat bagus, ujian kita berjalan sukses,” ujar Hendri saat meninjau langsung pelaksanaan SNPDB di MAN IC Padangpariaman, Sabtu (27/2).

Menurutnya, ribuan peminat MAN IC Padangpariaman tentunya tidak terlepas dari peningkatan pesat di madrasah tersebut. Mulai dari sarana dan prasarananya hingga pembelajarannya. “Jumlah yang lulus administrasi saja sebanyak 2.258 orang calon peserta didik. Tentu lebih banyak jika dihitung dengan peminat yang tidak lulus. Ini sebuah sejarah baru sepanjang SNPDB di Sumbar,” hematnya.

Hendri menjelaskan, tahun ini penjaringan peserta didik baru yang dilakukan MAN IC Padangpariaman, sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, pihak MAN IC Padangpariaman mengunjungi seluruh MTsN untuk memotivasi para pelajarnya berpacu masuk ke MAN IC Padangpariaman.

“Seleksi di MAN IC benar-benar profesional, karena kita memang mencari SDM unggul. Makanya, lulusan MTs/SMP yang berhasil masuk ke MAN IC, otomatis turut mengharumkan nama sekolah atau madrasah asalnya,” pungkas Hendri. (da.)

  • Bagikan