172 Perusahaan dan 511 IKM di Padang PHK Pekerja

  • Bagikan
Tampilan halaman depan website resmi prakerja.go.id.

Padang – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terbilang tinggi di Kota Padang. Hal itu dilakukan sejumlah perusahaan dan Industri Kecil Menengah (IKM), karena bisnis mereka terdampak pandemi covid-19 (virus corona baru).

Hingga sekarang, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang mencatat, jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan di kota Bengkuang itu, sudah mencapai 5.431 orang.

“Data ini (5.431 orang di-PHK, Red) update yang kami lakukan pada Kamis (23/4). Jadi, kami masih terus melakukan pendataan,” ujar Kasi Informasi Pasar Kerja Disnakerin Padang, Muhammad Faizal, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, sebanyak 172 perusahaan di Padang yang memutuskan untuk merumahkan dan mem-PHK pekerjanya. Sedangkan IKM yang mengambil keputusan serupa sebanyak 511 IKM.

“Tenaga kerja dari perusahaan yang dirumahkan sebanyak 4.032 orang. Sedangkan dari IKM sebanyak 1.399 orang,” ungkapnya.

Ia membenarkan bahwa keputusan yang diambil perusahaan dan IKM tersebut, lantaran usahanya terdampak covid-19. Sehingga, produktivitas usahanya yang mengalami penurunan, berujung pada efisiensi tenaga kerja.

“Para pekerja yang terdampak ini berasal dari berbagai bidang pekerjaan. Makanya, kami masih terus mendata keseluruhan untuk ditanggulangi menggunakan kartu pra kerja,” ucapnya.

Nantinya, imbuh Faizal, para pekerja yang terdaftar sebagai pemegang kartu pra kerja, bakal diberi pelatihan oleh pemerintah pusat. Mereka juga diberi insentif untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Jadi, bagi yang terdaftar sebagai pemegang kartu pra kerja, diberi insentif oleh pemerintah sebesar Rp 3.550.000,” ungkapnya.

Katanya, insentif itu ditujukan untuk biaya pelatihan online sebesar Rp 1 juta, penuntasan pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150 ribu.

“Sejumlah pekerja yang terdampak itu sudah ada yang mengikuti pelatihan online. Yakni dari peserta pendaftaran gelombang I yang dibuka 11-16 April dan gelombang II pada 21-23 April,” katanya.

Untuk bisa mengikuti pelatih itu, para pekerja yang terdata juga harus mendaftar di website resmi prakerja.go.id. Pendaftaran online ini cukup mudah karena sudah disediakan petunjuk secara lengkap di dalamnya. (da.)

  • Bagikan