Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

17 Daerah di Sumbar Jalani Normal Baru

  • Bagikan
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau Posko Check Point Perbatasan pelaksanaan PSBB Agam-Padang Pariaman, Jum'at (24/4/2020). (Foto: Humas)

Padang – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai menjalani Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, Senin (8/6). Keputusan itu diambil dalam telekonferensi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama bupati/wali kota se-Sumbar, Minggu (7/6).

Dalam telekonferensi, Irwan Prayitno didampingi wakilnya Nasrul Abit, Forkopimda Sumbar, serta Kepala Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra.

Irwan mengatakan, berdasarkan kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat setidaknya 3 syarat melaksanakan normal baru (new normal). Pertama soal kajian epidemologi, yaitu menyangkut angka kesembuhan pasien covid-19 di Sumbar.

“Angka kesembuhan kita jauh dari rata-rata Nasional. Artinya, secara kacamata persyaratan epidemologi, Sumbar siap memasuki new normal ini,” hematnya.

Namun pihaknya tidak langsung gegabah menyikapi hasil baik tersebut. Sehingga, status tanggap darurat masih diperpanjang sampai 28 Juni mendatang. Begitupun pelaksanaan pemeriksaan di pos perbatasan. Baik di darat, laut maupun udara.

Tidak hanya itu, orang-orang yang masuk Sumbar masih diwajibkan menjalani tes swab. Jadi, selama hasil swab belum keluar, pendatang tersebut harus menjalani isolasi. Mereka baru bisa beraktivitas di luar jika hasil swab-nya negatif.

“Tes yang kita lakukan kepada orang-orang yang masuk Sumbar nantinya tidak dipungut biaya atau gratis,” ujar Irwan memastikan.

Selanjutnya, Irwan menjelaskan terkait kesiapan sistem kesehatan di Sumbar. Mulai dari kapasitas rumah sakit, tenaga medis, fasilitas isolasi, laboratorium hingga ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dipastikan pihaknya mencukupi hingga Desember 2020.

Lalu persyaratan terakhir menyangkut kesiapan masyarakat. Hal inilah yang ia minta kepada bupati/wali kota, agar bisa menjalani Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 itu. Sebab, ia melihat masih banyak masyarakat yang belum disiplin. Padahal, mereka sudah memahami protokol kesehatan covid-19.

“Kata kuncinya perilaku masyarakat kita. Semua memang harus disiplin. Tetap pakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan, rajin cuci tangan, dan sebagainya,” pintanya.

Butuh Waktu Transisi 

Setelah mendengar penjelasan Irwan Prayitno, bupati/wali kota se-Sumbar yang mengikuti telekonfresi menyatakan kesiapannya menerapkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di daerahnya. Begitupun segala arahan dari gubernur, dipastikannya bakal dilaksanakan dengan baik bersama Forkopimda.

Hanya saja, baru 17 daerah yang bisa memulai normal baru Senin (7/6) ini. Sedangkan dua lagi, yaitu Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, masih meminta tenggat waktu untuk masa transisi. Kota Padang meminta tenggat hingga 12 Juni 2020. Sedangkan Bupati Mentawai berjanji daerahnya bakal memulai normal baru 20 Juni 2020. (da.)

BACA JUGA:  Muzni Zakaria Divonis Penjara, Denda serta Pencabutan Hak Politik
  • Bagikan