Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

16 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Mentawai

  • Bagikan
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, saat jumpa pers, Rabu (11/11). Ia mengatakan bahwa 16 kasus positif Covid-19 ditemukan di Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Penambahan terkonfirmasi positif Covid-19 di Mentawai masih terus terjadi. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, Rabu (11/11). Katanya, penambahan 16 kasus positif Covid-19 tercatat di Mentawai, kemarin (11/11).

Lahmuddin menjelaskan bahwa tiga pasien di antaranya, berasal dari Kota Padang. Sekarang, pasien yang positif tersebut sudah menjalani perawatan atau isolasi di fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Sikerei tersebut. “Bertambahnya 16 kasus positif Covid-19 ini, berarti jumlah terkonfirmasi positif di Kepulauan Mentawai sudah tercatat sebanyak 167 kasus. Untungnya, 100 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh,” ungkap Lahmuddin.

Artinya, kata Lahmuddin sekarang 67 orang pasien masih menjalani perawatan, isolasi atau karantina. Yakni sebanyak 11 orang dirawat di RSUD Kepulauan Mentawai, 27 orang di fasilitas khususu di Sikakap, dan 1 orang diisolasi di Malakopak.

BACA JUGA:  4 Pasang Ini Mesum saat Puasa Dibebani Pandemi

Lalu, imbuhnya, sebanyak 12 orang pasien diisolasi di Padang, 2 orang diisolasi di RS Pratama Siberut, 5 orang di Puskesmas Sikakap, 1 orang di Puskesmas Saumanganyak, 3 orang di Puskesmas Sikabaluan, dan 1 orang diisolasi di Puskesmas Saibi.

“Alhamdulillah, sampai sekarang di daerah kita tidak ada kasus meninggal dunia akibat dari Covid-19 ini,” ucap syukur Lahmuddin yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai.

Kendati demikian, ia berharap masyarakat tidak lengah terhadap virus corona tersebut. Sebab, menurutnya sikap abai masyarakat terhadap protokol kesehatan, menjadi faktor utama meningkatnya kasus positif Covid-19.

“Jangan kita merasa dalam posisi aman sehingga tidak patuh lagi dengan protokol kesehatan. Sejauh ini, penyebaran Covid-19 belum dapat dipastikan titik akhirnya. Jadi, masyarakat harus terus terapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker di luar rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, serta menjalani pola hidup sehat dan bersih lainnya,” pungkas Lahmuddin. (da.)

  • Bagikan