Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

100 Kilogram Ganja Digagalkan Masuk Payakumbuh

  • Bagikan
Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira saat memberikan keterangan pers dengan menyertakan empat tersangka dan sekitar 100 kilogram ganja hasil penangkapan Satresnarkoba Polres Payakumbuh, Selasa (6/10). (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.com – Kota Payakumbuh ataupun Kabupaten Limapuluh Kota menjadi objek peredaran narkoba skala besar. Juli lalu, BNN Provinsi Sumbar meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di Jembatan Kelok Sembilan Nagari Hulu Air, Kecamatan Harau. Selasa (6/10), giliran Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil menggagalkan upaya pemasokan 100 kilogram ganja kering ke Payakumbuh.

Sebanyak empat pemuda asal Kota Padang yang diduga bertindak sebagai pengedar, diamankan dalam penangkapan barang haram itu. Yakni EP alias El (25 tahun), merupakan warga Perumahan Cendana Anak Aia, Batipuh Panjang, Koto Tangah. Sedangkan tiga tersangka lainnya, diketahui tercatat sebagai warga Padang Sarai, Koto Tangah. Yakni DAS (21 tahun), VO (22 tahun), dan PD (24 tahun).

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com, penangkapan keempat tersangka berlangsung cukup meneganggan. Pasalnya, Tim Gagak Hitam Satresnarkoba Polres Payakumbuh yang mendapat informasi itu, sudah mengintai atau menanti para tersangka di kawasan Ngalau, Kelurahan Pakansinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa pagi (6/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat keempat tersangka lewat dengan mobil Toyota Avanza warna hitam BA 1329 RZ, Tim Gagak Hitam Satresnarkoba Polres Payakumbuh yang berseragam preman, sempat mencegat mobil tersebut. Namun, mobil yang dikemudikan EP tersebut, tetap melaju dengan kencang. Bahkan, menabrak blokade mobil anggota Satresnarkoba.

Suasanan itupun menyita perhatian masyarakat dan pengemudi kendaraan yang melewati jalur ramai tersebut. Terlebih lagi, salah seorang tersangka yang berada di dalam mobil, yakni PD, sempat berupaya melarikan diri dengan cara melompat dari dalam mobil. Namun, PD berhasil ditangkap Tim Gagak Hitam dengan cepat.

Tertangkapnya PD, tidak mengendorkan tiga rekannya untuk kabur dari kejaran polisi. Sehingga, kejar-kejaran antara tersangka dan petugas pun berlangsung sengit. Ketiga tersangka yang belum tertangkap, mengarahkan laju mobilnya ke arah Ngalau melewati Jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ompek. Kemudian, mereka berbelok ke Kelurahan Ibuah dan mencoba masuk ke sebuah kawasan perumahan penduduk.

Ternyata strategi larinya itu mentok di jalan perumahan yang sempit dan buntu. Sehingga, ketiga tersangka keluar dari mobil dan melanjutkan pelariannya dengan bersembunyi di kawasan perumahan warga di Kelurahan Ibuah. Warga yang menyaksikan kejadian itupun sempat heboh. Bahkan, petugas membutuhkan waktu tiga jam untuk menangkap mereka.

“Dua orang tersangka berinisial EP dan DAS berhasil ditangkap di dalam rumah kosong di Kelurahan Ibuah. Sedangkan tersangka VO ketahuan bersembunyi di ladang kosong. Ketiga tersangka tertangkap sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Kasatresnarkoba Polres Payakumbuh, Iptu Desneri.

Setelah petugas menggeledar mobil yang dibawa tersangka, ditemukan 100 paket besar paket besar narkotika jenis ganja, dengan berat sekitar 100 kilogram. Selain itu, pihaknya juga menemukan satu paket kecil ganja yang dibungkus dengan kertas timah rokok warna hitam, dari tangan salah seorang tersangka. “Kita juga menyita mobil yang digunakan serta satu unit handphone lipat milik tersangka,” kata Iptu Desneri.

Keterangan Kapolres Payakumbuh

Setelah penangkapan yang berlangsung dramatis itu, para tersangka berserta barang bukti langsung diangkut ke Mapolres Payakumbuh. Di sana Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira mengatakan, dari penyelidikan pihaknya, 100 kilogram ganja yang gagal diedarkan di Payakumbuh itu, diduga berasal dari Panyabungan, Sumatera Utara. Sedangkan keempat pria yang mengangkutnya tercatat sebagai warga Kota Padang.

“Tersangka yang mengangkut 100 kilogram ganja kering ini, tidak ada yang berstatus residivis,” ungkap AKBP Alex didampingi Wakapolres Kompol Jerry Syahrim, Kasatresnarkoba Iptu Desneri, Humas Polres Payakumbuh Aipda Asmul Tanjung, serta puluhan anggota Polres Payakumbuh, saat memberikan keterangan pers, di Mapolres Payakumbuh, Selasa sore (6/10).

Terkait stiker Polri yang terpasang di mobil yang digunakan para tersangka, AKBP Alex membantah jika ketiga tersangka dikaitkan dengan Polri. Katanya, para terduga pengedar tersebut tidak seorang pun yang tercatat sebagai keluarga Polri. “Mobil yang digunakan para tersangka ini adalah mobil rental. Ini merupakan pengungkapan kasus ganja terbesar di Polres Payakumbuh dalam tahun ini,” hematnya.

Sayangnya, AKBP Alex mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan kepastian tentang orang yang akan menerima atau memesan barang haram tersebut. Sebab, ketika diinterogasi, para tersangka berkukuh tidak mengenal pemesannya di Payakumbuh itu. Hanya saja, mereka sempat berkomunikasi dengan seseorang berinisial RK yang menjadi buronan atau sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Payakumbuh. “Orang yang menjemput di Payakumbuh, dipanggilan Gudang oleh RK yang kini menjadi DPO dalam kasus ini,” pungkas AKBP Alex. (da.)

  • Bagikan