1 Wanita Bersama 8 Pria Meninggal

  • Bagikan
Ilustrasi Jenazah

Solok Selatan – Penambangan emas tradisional di Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, memakan korban. Sembilan orang dilaporkan tertimbun di dalam lubang saat menambang emas di sana.

Informasi yang dikumpulkan Datiak.com, peristiwa itu bermula ketika 12 orang warga Nagari Ranah Pantai Cermin, melakukan penambangan emas dengan cara tradisional. Yakni dengan menggunakan mesin diesel, untuk menembak lubang dengan air dan kembali menyedotnya.

Setelah lubah tambang itu kering, mereka masuk untuk melakukan prosep pendulangan emas. Namun mereka mengalami kejadian nahas. Pasalnya, lubang ambruk secara tiba-tiba.

Beruntung, 3 dari 12 orang penambang tersebut, terhasil selamat dari kejadian maut itu. Yakni Karnadi (44), Gusman (25), dan Isal (35). Merekalah yang bergegas meminta pertolongan kepada masyarakat.

Mendapat kabar itu, warga di Nagari Ranah Pantai Cermin langsung heboh. Sehingga, mereka melakukan pencarian para korban hingga Minggu (19/4) sekitar pukul 2.00 WIB.

Korban pertama yang ditemukan warga yaitu Minan (61) pada pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, warga menemukan jenazah Iril (40). Tidak berselang lama, warga menemukan jenazah Jaja (26), Husin (50), dan Abu (45).

Sekitar satu jam lebih pencarian, warga menemukan jenazah Dedi (32) dan Andi (43). Sedangkan dua korban lainnya, yaitu atas nama Buyung (36) dan Ipit (38), berhasil ditemukan warga sekitar pukul 2.00 WIB.

Hal itu disampaikan Camat Sangir Batang Hari, Gurhanadi. Katanya, kesembilan penambang tersebut memang ditemukan oleh para penambang emas tradisional lainnya. Mereka tertimbun di lubang sedalam sekitar delapan meter.

Dari sembilan orang penambang yang tertimbun itu, imbuhnya, satu di antaranya berjenis kelamin perempuan. Jenazah mereka sudah dievakuasi ke rumah masing-masing.

“Dominan, mereka adalah keluarga. Ada yang satu rumah, jenazah ayah dan anak. Ada pula yang satu rumah jenazah kakak dan adik,” ungkap Gurhanadi.

Sedangkan Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, lokasi tambang berada di dalam hutan. Untuk sampai di sana, hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor jenis trail. “Sekarang kami masih proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujar Imam.

Imam juga mengatakan bahwa pihaknya selama ini sudah super rutin menertibkan tambang emas ilegal di Solsel. Bahkan, sejak beberapa bulan belakang, pihaknya sudah mengamankan sebanyak sembilan alat berat.

“Lokasi ini sebelumnya bekas tambang Belanda. Sejauh ini kami tidak menemukan adanya ada alat berat di sini,” ujarnya. (da.)

  • Bagikan