1 Remaja Palestina Tewas saat Israel Menyerang Pinggir Barat

  • Bagikan
1 remaja palestina
Rekan-rekan Ahmad Fathi Masad tampak bersedih karena Ahmad tewas ditembak tentara Israel. (Foto: Ist)

Jakarta | Datiak.com – 1 remaja Palestina tewas ditembak mati pasukan Israel dalam gempuran di wilayah Jenin di Pinggir Barat yang ditempati utara. 1 remaja Palestina yang meninggal itu, dideteksi bernama Ahmad Fathi Masad. Remaja berumur 18 tahun tersebut bekas tahanan dari Dusun Burqin, samping Barat Jenin. Dia ketembak pada bagian kepala.

Kementerian Kesehatan Palestina menjelaskan, Ahmad meninggal dengan peluru bersarang di kepalanya. Sementara 3 pemuda Palestina yang lain cedera oleh shooting langsung Israel, tetapi telah pada keadaan aman.

Konfrontasi berdarah pecah di antara pejuang Palestina dan pasukan keamanan Israel. Tentara Israel menjelaskan jika mereka lakukan aktivitas kontra terorisme di Jenin, tapi tidak memberi komentar korban. Keadaan ini memancing amarah Palestina.

“Darah martir Ahmad dan semua martir, tidak percuma,” kata Pergerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), yang aktif di kamp Jenin, menjelaskan dalam sebuah pengakuan seperti dikutip Al Jazeera.

Pasukan Israel tangkap minimal 15 masyarakat Palestina dalam gempuran pada bagian lain Jenin dan di Pinggir Barat yang ditempati pada Rabu (27/4). Pembunuhan 1 remaja Palestina tersebut, terjadi cuma satu hari sesudah masyarakat Palestina yang lain, Ahmad Ibrahim Owaidat (20 tahun), meninggal dalam gempuran di kamp pengungsi Aqabet Jaber di Jericho, di Pinggir Barat sisi Timur.

Israel sudah tingkatkan gempuran dan penangkapan di Pinggir Barat sesudah empat gempuran di Israel tewaskan 14 orang, terhitung tiga petugas polisi. Minimal 47 masyarakat Palestina sudah dibunuh oleh Israel semenjak awalnya 2022. Pasukan Israel sudah membunuh 11 masyarakat Palestina sepanjang dua pekan terakhir di Pinggir Barat, terhitung 6 dari Jenin.

Salah satunya masyarakat Palestina yang cedera dalam gempuran Israel di kompleks Mushola Al-Aqsa, Walid al-Sharif yang berumur 21 tahun, masih juga dalam kondisi koma sesudah dipukul di kepala. “Ia masih koma semenjak penangkapannya dan memakai respirator bikinan. Ia pada keadaan yang susah,” Kepala Departemen Hukum di Komisi Tahanan Palestina, Jameel Saadeh, menjelaskan ke Al Jazeera.

Saadeh menjelaskan Walid masih tetap dalam tahanan Israel, dan dijaga oleh polisi di Rumah Sakit Hadassah di Ein Karem. Polisi Israel menjelaskan ke Al Jazeera jika Walid sekarang ini tidak ada di bawah tahanan polisi.

Israel menyebutkan Walid sebagai pengacau dan menjelaskan jika ia tidak cedera dengan peluru berbuntut spons. Sementara, Rumah Sakit Hadassah menjelaskan dalam sebuah pengakuan jika Walid menanggung derita cidera kepala dan pada keadaan benar-benar krisis. (da.)


  • Bagikan